Pulau Selaru, Menjajal potensi wisata pulau terdepan Nusantara



Mercusuar ini terletak di Desa Eliasa, di Pulau Selaru, Kecamatan Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, salah satu pulau terdepan yang berbatasan dengan Australia. Katanya dari sini  cukup enam jam, kita sudah tiba di Darwin, salah satu kota di Australia yang  telah dikenal dalam Lomba Perahu Layar Ambon-Darwin setiap tahun.

Pulau Selaru, memang dikenal dalam beberapa tahun terakhir terkait Blok Masela, kawasan kilang minyak dan gas yang terletak di lepas pantai Laut Arafura, sekitar 155 km, arah barat daya Kota Saumlaki, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat. 

Selain minyak dan gas, ternyata Pulau Selaru dengan tujuh desanya, Adaut, Kandar, Namtabung, Lingat, Werain, Eliasa dan Fursuy memiliki ragam potensi wisata. Selain wisata budaya yang telah dikenal termasuk Tenun Tanimbar di hampir setiap desa, tidak banyak yang tahu kalau di pulau ini terdapat bandara sekutu dari Perang Pasifik 1941-1945 di Desa Lingat , sehingga menyimpan potensi wisata sejarah perang dunia selain Morotai di Maluku Utara. Jika beruntung, warga desa akan bercerita tentang gua pertahanan Jepang, rumah sakit bawah tanah di Desa Kandar, sampai rahasia harta-karun Jepang, yang selalu menarik para petualang. 

Selain itu, ada potensi wisata arkeologi baik kawasan karst, gua hunian dan pemukiman kuno megalitik seperti Ceruk Eliasa, Negeri Lama Eliasa, Gua Hoas Nugebusu, Ceruk Arousu di Desa Eliasa atau Negeri Lama Laloan, keramat marga Lamerburu  yang memiliki himpunan tengkorak hasil praktek pengayauan dalam perang masa lalu di Desa Werain.  Di Negeri Lama Enus, bagian dari Desa Lingat yang dipercaya sebagai asal dari leluhur semua komunitas yang ada di Kepulauan Tanimbar. Situs arkelogi yang bernilai tinggi adalah di Penguburan Ceruk Wesliyeta  di Desa Kandar. 

Di Desa Adaut dengan nfayar, kita dapat menikmati pemukiman produktif pengelolaan rumput laut dan kelapa yang bersih dan alami, Hutan alami kayu putih di Desa Namtabung, sangat menjanjikan untuk wisata konservasi atau lokasi treking bagi penikmat sepeda dan joging yang menyehatkan. 

Untuk menuju Selaru dari dari Ambon, dapat dicapai dengan pesawat terbang kurang lebih satu setengah jam menuju Saumlaki dan dilanjutkan dengan menumpang speedboat selama 40 menit - 1 jam menuju Desa Adaut sebagai ibukota kecamatan, atau langsung ke desa-desa yang rata-rata telah memiliki dermaga tambatan perahu. Tambatan perahu di Desa Namtabung dapat menjadi lokasi selfie, dengan view kampung dan langit nan bersih. 

Mari ke Selaru, Jajaki Wisata Pulau Terdepan Nusantara.

Comment

082113176505 (helpdesk)
contact@nusaku.id
nusaku.id
Copyright 2017 Nusaku.id