Mengintip Sejuta Pesona Pulau Nangka



Beralih sedikit ke sebelah Barat Indonesia, tepatnya di Selat Bangka, terdapat sebuah pulau kecil yang dihuni sekitar 100 penduduk. Ialah Dusun Pulau Nangka yang merupakan bagian dari Desa Tanjungpura, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah. Pulau ini diyakini sebagai pulau suci karena hewan yang diharamkan bagi umat Islam seperti babi, anjing, dan monyet tidak dapat hidup di sana.

Panjang pulau yang hanya sekitar 6 km membuat pesona alam Pulau Nangka bisa ditelusuri hanya dengan berjalan kaki. Dari pantai, Anda bisa mengikuti jalan conblock yang akan membawa Anda ke rumah-rumah penduduk setempat. Di sana terdapat masjid Al-Mujahidin sebagai tempat ibadah di Pulau Nangka yang 100% penduduknya adalah Muslim.

Pulau Nangka cocok menjadi pilihan destinasi wisata bagi Anda penyuka alam yang masih asri. Anda akan dihadapkan dengan beberapa pilihan wisata di antaranya, Pantai Perigi Kapal, Pantai Pasir Kolek, Batu Belubang Belawang, Pantai Bedaun, dan Pantai Kebon Belilik. Selain keindahannya, Anda wajib mencoba kuliner khas Pulau Nangka, yakni lempah ikan yang disajikan dengan beras ubi sebagai pengganti nasi. Anda bisa bermalam di sana dengan berkemah atau pun menginap di vila setempat.

Dari Pantai Perigi Kapal, Anda akan menemukan hamparan Sumatera membentang di kejauhan. Bagi Anda penikmat senja, sangat menyenangkan untuk bisa bersantai menikmati pertunjukan sunset dengan siluet ungu memancar dari garis cakrawala. Yang menjadi keunikan dari pantai ini adalah adanya perigi (sumur) yang airnya telah dikonsumsi oleh para pelaut sejak zaman kolonial Belanda. Konon, airnya tidak pernah kering tetapi melimpah ruah hingga membentuk kolong tepat di samping sumur. Uniknya lagi, airnya berasa tawar meski jarak perigi dengan air laut hanya 5 meter.

Untuk berkunjung ke sana, Anda bisa bertolak di dermaga Tanjong Tedong yang dapat ditempuh selama 45 menit dari Ibukota Pangkalpinang, lalu berlayar menggunakan perahu mesin selama 10 menit. Apabila air laut surut, Anda akan dihadapkan pada tantangan sulitnya berjalan di dalam lumpur setinggi lutut untuk menuju perahu yang tertambat di tengah pantai. Maka, pastikan terlebih dahulu pada nelayan setempat apakah kondisi laut memungkinkan untuk menyeberang.

Comment

082113176505 (helpdesk)
contact@nusaku.id
nusaku.id
Copyright 2017 Nusaku.id