Kesederhanaan yang Indah di Pulau Harapan



Kepulauan Seribu merupakan kabupaten yang terdapat di Provinsi DKI Jakarta. Ya, Kepulauan Seribu sendiri lokasinya terpisah dari daratan ibukota, terdiri dari dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Berbeda dengan suasana ibukota yang hiruk pikuk dengan kemacetan, aktivitas penduduk yang hampir 24 jam, Kepulauan Seribu menawarkan nuansa berbeda tentang ibukota. Bagi Anda yang pernah mengunjungi Bali, Lombok, atau Raja Ampat, mungkin saja pemandangan di sini terlihat biasa saja. Namun, satu sisi yang akan Saya bahas di sini adalah mengenai kesederhanaannya. Ya, sederhana!


Pulau Harapan merupakan salah satu pulau yang memiliki penduduk di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Letak pulau ini di sebelah utara daratan Jakarta yang dapat ditempuh dengan kapal dari dermaga Muara Angke selama kurang lebih 3 jam. Kapal yang ada di sini bukanlah kapal dengan AC dan TV di dalamnya, melainkan kapal yang juga mengangkut barang-barang yang dibeli penduduk untuk dijual kembali di Pulau Harapan. Tak heran, jika Anda dapat menjumpai sayur-sayuran, buah-buahan, bahkan ayam di dalam kapal ini. Sekilas tampak sumpek, tapi Saya merasa tak ada penumpang yang keberatan dengan hal ini.


Jalan-jalan di Pulau Harapan tidak seperti jalan di kota, hanya berupa lorong-lorong dan jalan kecil yang dapat dilalui oleh sepeda, motor, dan beca. Tidak ada mobil di sini. Bagi Anda yang ingin menghindari bisingnya kendaraan untuk sejenak, ini adalah momen yang tepat. Kebanyakan penduduk menuju suatu tempat di pulau hanya dengan berjalan kaki atau naik sepeda. Transportasi umum darat yang adapun hanyalah beca. Jadi, jangan bawa terlalu banyak barang ke sini jika tidak ingin kesulitan membawanya. Belum ada hotel di sini, yang ada hanyalah homestay, rumah rumah penduduk yang diubah menjadi tempat menginap. Fasilitasnya berupa kamar AC dan WC. Belum terdapat pengolahan air di sini, jadi janganlah heran jika air yang digunakan terasa asin. Tak ada restoran mewah di sini, hanya ada warung-warung kecil atau makanan yang disediakan pengelola homestay. Sejenak lupakanlah fastfood, nikmati citarasa sederhana di sini. Ternyata sederhana itu nikmat!


Jika Anda suka suasana malam, jangan harapkan di sini akan menemukan bar atau karaoke. Di sini Anda akan disajikan musik yang berbeda, deburan ombak! Semilir angin dan deburan ombak adalah musik alam yang akan menenangkan diri Anda, membawa pergi kepenatan dari rutinitas. Hampir tidak ada aktivitas yang menonjol pada malam hari di sini, mengingatkan kita akan ketidakselarasan diri yang selama ini kita lakukan: menjadikan malam sebagai siang. 


Siang hari, Anda dapat berjalan mengelilingi pulau, mengunjungi Taman Biota Laut tempat penangkaran penyu, atau ikut aktivitas menanam mangrove. Jika Anda ingin melihat aktivitas anak-anak lokal, pergilah ke tepi pantai. Di sana dapat dijumpai aktivitas anak-anak yang bergembira dengan alamnya, tanpa gadget! Mereka bermain kejar-kejaran, sekedar bercerita, atau menangkap ikan hias. Menjelang petang, Anda dapat pergi bermain banana boat atau sekedar berenang di area yang dangkal. Ombak di sini cukup kencang, sehingga harus cukup berhati-hati. Jika membawa uang lebih, menjelang siang Anda juga dapat menyewa kapal menuju ke Pulau Macan untuk snorkeling, atau sekedar menikmati jernihnya air di Pulau Bira Besar. Jika beruntung, di perjalanan sesekali terlihat lumba-lumba muncul ke permukaan.


Menunjungi Pulau Harapan dapat membawa kita kembali mengingat tentang kesederhanaan dalam hidup yang seharusnya kita miliki. Bahagia tidak selamanya hanya melalui materi, tapi juga dapat melalui kesederhanaan yang disajikan oleh alam dan orang-orang di sekitar kita. Ya, sederhana itu indah!

Comment

082113176505 (helpdesk)
contact@nusaku.id
nusaku.id
Copyright 2017 Nusaku.id