Liburan Seru di Kepulauan Seribu



Sebening kristal. Citra inilah yang tertangkap mata saat kami tiba di sebuah snorkeling spot di sekitar Pulau Harapan. Rasa lelah akibat 3,5 jam berjibaku dengan goncangan gelombang laut  akhirnya sirna juga. Digantikan oleh kekaguman demi kekaguman. Tak disangka masih ada tempat sejernih itu di lepas pantai Jakarta. Badan tak bergeming sedikitpun. Kami segera membenamkan diri satu per satu ke dalam air. Di bawah permukaan laut,  hard coral berwarna abu-abu, kuning dan putih tampak mendominasi setiap sudut. Terumbu karang yang sehat menjadi habitat bagi beragam ikan. Kelestarian terumbu karang ini membuat kami tidak perlu jauh-jauh melakukan snorkeling untuk menemukan kawanan ikan berwarna-warni. Bahkan, beberapa diantaranya malah terlihat hanya mengendap-endap di sela-sela karang.

 

Selang beberapa jam kemudian, kami tiba di Gusung Pasir. Tempat ini tidak berbentuk pulau, melainkan gundukan pasir yang muncul ketika laut surut. Dan akan tenggelam kembali di saat laut mulai pasang. Bentuknya yang memanjang membuat kami bisa bermain-main pasir sepuasnya. Saat badan mulai tersengat matahari, tinggal ’nyemplung’ ke dalam perairan biru yang mengepung hamparan pasir itu. Gelombangnya pun tenang membuat pengunjung betah berlama-lama untuk berenang.

 

Selepas tengah hari, kami dibawa ke Pulau Perak. Pantainya cantik dengan pasir putih bertekstur sehalus tepung. Banyak  pengunjung berdatangan untuk bermain ayunan yang terpasang di beberapa dahan pohon Pinus Laut. Tak sedikit pula yang sekedar duduk-duduk di bawah rindangnya pohon, sambil menikmati aneka gorengan. Ada bakwan, tahu isi, dan pisang goreng yang bisa dipilih sesuai selera. Saya dan teman-teman menikmati lima pisang goreng dan enam bakwan yang kami beli dengan harga 22 ribu rupiah. Sedangkan, satu kelapa muda dihargai 15 ribu rupiah. Lumayanlah! Untuk mengobati rasa lapar dan dahaga kami.

 

Penjelajahan hari itu ditutup dengan kunjungan ke Pulau Bulat. Dinamakan demikian karena bentuknya yang memang bulat. Pulau ini rindang dirimbuni pepohonan besar, sehingga cocok sebagai tempat tetirah. Bangunan kosong yang masih  berdiri di sana merupakan bekas villa seoarang putri  bekas  pemimpin negara. Karena sudah tidak dipakai lagi, bangunan itu terbengkalai. Pulau Bulat menjadi tempat menikmati sunset yang paling direkomendasikan sekaligus menjadi tempat istirahat para wisatawan setelah seharian menjelajah  berbagai pulau. Di sini, terdapat kolam alami dengan ombak tenang yang dapat direnangi pengunjung sembari menyaksikan matahari terbenam.

 

Keesokan harinya, kami diajak ke Pulau Panjang. Pulau ini unik karena dibentengi oleh terumbu karang yang tumbuh pada perairan dangkal di sekitar pulau. Sayang nahkoda kami tidak memberikan informasi ini secara lengkap. Akibatnya, tubuh kami tertusuk karang saat berenang menuju pulau. Tak mudah memang membebaskan diri dari ’ladang ranjau karang’ ini karena arus yang cukup deras terus menghajar kami. Kami pun tak sengaja menginjak karang. Sedih!. Ada rasa bersalah sempat membuat perjuangan kami untuk sampai ke pantai terasa lebih berat. Rupanya, kami harus menempuh rute memutar untuk sampai ke bibir pulau tanpa merusak terumbu karang.

 

Seorang teman memilih kembali ke perahu karena kesal melihatnya banyaknya Bulu Babi mengendap di terumbu karang. Hanya saya, dan dua orang teman lain yang mau menjelajah pulau ini. Di tengah teror waktu untuk segera kembali ke Jakarta segala aktivitas kami maksimalkan di sana, seperti snorkling mengitari pulau dan mengubur diri dengan tumpukan pasir. Pokoknya asyik!

 

Comment

082113176505 (helpdesk)
contact@nusaku.id
nusaku.id
Copyright 2017 Nusaku.id